Senin, 10 Januari 2011

#2- kamu karena

setelah berkelakar sejak tahun 2009 tentang rencana pernikahan akhirnya pada 2010 baru tercetus isu serius untuk kami menikah.

jangan tanya bagaimana dia mengutarakan keinginnya. tidak ada bunga, makan malam romantis, atau cincin berpotongan sederhana dengan setitik berlian ditengahnya,semuanya serba santai. kami sudah terlalu lama bersama, jadi sudah tidak ada lagi romantis-romantisan.

menikahi orang ini tadinya tidak pernah ada dipikiran saya. saya pun yakin, menikahi saya juga tidak ada dipikirannya. hubungan kami putus-sambung,walaupun tidak seheboh putus sambung arus listrik

penyebab kami harus putus-sambung pun bukan masalah sepele. orang ketiga, baik dari dia maupun saya. mungkin bagi orang lain hal tersebut tak lagi dapat dimaafkan, tapi sepertinya bagi kami, kehadiran sidia dan sidoi adalah jalan untuk kami sadar, bahwa kami memang dipertemukan untuk kemudian bersama-sama.

dilihat dari karakter dan penanpilan, pria ini juga jauuuuuuh sekali dari tipe laki-laki ideal menurut saya (dulu). saya selalu jatuh hati pada pria yang humoris dan berpembawaan santai. pacar saya ini? selera humornya kadang aneh, dan dia sangat mudah tersulut emosi. dari segi fisik saya mendamba pria yang bertubuh atletis, sedangkan sipacar? ketika pertama kali bertemu dia super duper kurus, dengan perut cekung dan pipi tirus.

cukup satu sifatnya yang membuat saya bertahan dan semakin yakin akan menikahi orang ini. dia percaya saya seratus persen. saya tetap memiliki kehidupan pribadi diluar hubungan saya dan dia. dan ini menyenangkan. tidak ada curiga-curigaan ketika saya bersosialisasi tanpa bersama dia. dia percaya saya tidak akan pernah (lagi) pergi dari dia, dan memang itu yang terjadi.

sepertinya sekarang semua kekurangannya bukan masalah lagi. hati dan otak saya berkata ini benar. bahwa akan menikahinya adalah tindakan yang benar. dia memang masih yang terbaik yang pernah hadir untuk saya.

There is no surprise more magical than the surprise of being loved.  It is God's finger on man's shoulder.  ~Charles Morgan

-G-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar